Senin, 17 Juni 2019


Akhirnya Joko Widodo terpilih kembali menjadi Presiden Republik Indonesia di PEMILU 2019. Walau banyak fitnah, ejekan bahkan hujatan yang harus di terimanya, tapi hati rakyat Indonesia tak pernah terpengaruh akan semua itu. Rakyat Indonesia tahu mana Pemimpin yang terbaik dan benar-benar mau mendengar keluh kesah mereka. Kini saatnya merajut kembali persatuan Indonesia untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa ini.



Ikut menjadi salah satu anggota Team Pemenangan Calon DPD RI dari Provinsi Sumatera Utara yaitu Pdt. DR (HC) Willem T.P. Simarmata,MA di Pemilu 2019. Sosialisasi dilakukan melalui pemasangan Poster, Baliho, Stiker dan pembagian Kartu Nama serta kalender kepada masyarakat calonb pemilih ternyata memberi kontribusi yang positif dalam meraih suara hingga terpilihnya beliau menjadi Anggota DPD RI Provinsi Sumatera Utara. 




Menjadi salah satu Fasilitator dalam Konsultasi Pemuda LWF di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Tapanuli Utara pada tahun 2017 yang lalu. Waktu itu saya membawakan topik 'Study Pemetaan dan Analisis Sosial" berkaitan dengan munculnya kelompok berpaham radikal di wilayah Tapanuli Raya. Melalui topik ini, peserta di ajak untuk lebih peka pada perkembangan sosial politik disekelilingnya serta mampu melakukan proses-proses pengidentifikasian kelompok-kelompok yang dicurigai memiliki paham radikal dan muncul di wilayah Tapanuli Utara. 





Nicholas Janpiter Simanjuntak adalah anak ke dua kami. Lahir pada tanggal 17 Oktober 2011 di Medan, Sumatera Utara. Foto ini adalah pada saat ia mulai masuk dan saat lulus dari TK Kartini Rantau Prapat Labuhan Batu tahun 2016-2017. Kini, anak kami sudah duduk di kelas 1 SDN 6 Rantau Utara, Labuhan Batu. Bangga, karena anak kami masih bisa berprestasi di TK dan SD-nya. Puji Tuhan.



Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit menjadi tempat yang selalu dikenang sepanjang masa, terutama di saat saya pernah terpilih menjadi Ketua Umum PPNP HKBP, sebuah organisasi pemuda HKBP yang diputuskan dalam Konperensi Pemuda HKBP Tahun 2000 di Sidikang, Dairi. Selama 2 tahun (Peburari 2001 - Juli 2002) saya tinggal dan menetap di lokasi ini sesuai keputusan Konperensi Pemuda HKBP Tahun 2000 di Sidikalang. Waktu itu, lokasi ini masih begitu sepi, tak ada satu orangpun pegawai yang tinggal di lokasi. Umumnya pegawai yang bekerja di perkampungan pemuda HKBP ini adalah warga yang tinggal agak jauh dari lokasi. Proses terbentuknya PPNP HKBP hingga pelaksanaan programnya penuh dengan halangan dan tantangan, sehingga banyak Pengurus PPNP HKBP yang telah terpilih tak sanggup melanjutkan jabatannya sehingga organisasi kepemudaan HKBP ini hanya berjalan di tempat karena tak mendapat dukungan terutama dalam pendanaan program.  Tahun 2003, organisasi PPNP HKBP ini saya tinggalkan (walau tidak menyatakan mundur) dan bekerja di salah satu NGO Advokasi di kota Medan hingga tahun 2004, lalu terpilih menjadi pelaksana program di Jaringan Kerja Lembaga Pelayanan Kristen (JKLPK) Regional Sumatera. 




Gambar : Disaat-saat tertentu, ketika anak-anak punya waktu libur, kami selalu manfaatkan waktu untuk berkunjung ke tempat-tempat liburan berbiaya murah. Ini tentunya sangat membuat anak-anak sangat senang